<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>3D on UV Curing Area</title>
		<link>http://uv-curing-area.com/id/tags/3d/</link>
		<description>Recent content in 3D on UV Curing Area</description>
		<generator>Hugo</generator>
		<language>id</language>
		
		
		
		
			<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 07:15:50 +0800</lastBuildDate>
		
			<atom:link href="http://uv-curing-area.com/id/tags/3d/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
			<item>
				<title>Lampu pengeringan UV untuk pencetakan 3D</title>
				<link>http://uv-curing-area.com/id/posts/uv-curing-lamp-for-3d-printing/</link>
				<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 07:15:50 +0800</pubDate>
				<guid>http://uv-curing-area.com/id/posts/uv-curing-lamp-for-3d-printing/</guid>
				<description>&lt;p&gt;&lt;img src=&#34;http://uv-curing-area.com/images/40caf4edb318e1a0d2db8c6fc722dd9f.png&#34; alt=&#34;Lampu pengeringan UV untuk pencetakan 3D&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Cara pencetakan menggunakan lapisan tebal dan teknik manufaktur bertahap tidak mentolerir proses pengeringan yang tidak sempurna. Jika energi tidak dapat menembus seluruh lapisan tersebut, maka hasil cetakannya akan kurang matang dan lengket, sehingga akan berubah bentuk setelah proses pencetakan selesai. Ini bukan sekadar masalah tinta saja; hal ini berkaitan dengan foton-foton yang digunakan. Lampu UV perlu menghasilkan fluks spektral yang cukup untuk memastikan bahwa zat pengawet fotopolimer dapat bereaksi secara merata, dari bagian atas hingga bagian bawah lapisan tersebut.&lt;/p&gt;</description>
			</item>
	</channel>
</rss>
